Banyak Fresh Graduate Gagal di 3 Bulan Pertama Kerja, Ini Kesalahan Fatalnya

0
40
Banyak Fresh Graduate Gagal di 3 Bulan Pertama Kerja, Ini Kesalahan Fatalnya

Banyak Fresh Graduate Gagal di 3 Bulan Pertama Kerja, Ini Kesalahan Fatalnya -Masa tiga bulan pertama kerja sering dianggap sepele oleh fresh graduate. Banyak yang berpikir, “Yang penting sudah diterima dulu.” Padahal, justru di fase inilah nasib karier awal seseorang sering ditentukan. Tidak sedikit fresh graduate yang akhirnya dicap tidak cocok, tidak berkembang, bahkan memilih resign sebelum benar-benar memahami dunia kerja.

Masalahnya bukan karena mereka tidak pintar. Justru sebagian besar kegagalan ini datang dari kesalahan kecil yang terus diulang—tanpa disadari.

1. Mengira Dunia Kerja Sama Seperti Dunia Kampus

Di kampus, kesalahan masih bisa ditoleransi. Tugas telat sedikit, dosen masih memberi kesempatan. Di dunia kerja, hasil dan dampak menjadi prioritas. Banyak fresh graduate masih membawa pola pikir “yang penting mencoba”, padahal perusahaan menilai kontribusi nyata.

Akibatnya, mereka terlihat pasif, menunggu arahan terus-menerus, dan tidak berani mengambil tanggung jawab lebih.

2. Takut Bertanya, Takut Salah, Akhirnya Salah Terus

Ironisnya, banyak fresh graduate gagal bukan karena terlalu banyak bertanya, tapi karena tidak bertanya sama sekali. Mereka takut dianggap bodoh, takut mengganggu senior, atau takut dinilai tidak kompeten.

Padahal, perusahaan justru lebih menghargai karyawan baru yang mau belajar dan mengklarifikasi, daripada yang diam tapi salah jalan.

3. Terlalu Fokus Dinilai, Lupa Belajar

Tiga bulan pertama sering berubah menjadi ajang pembuktian ego. Ingin terlihat pintar, ingin cepat diakui, ingin langsung dipercaya. Sayangnya, fokus berlebihan untuk “tampil hebat” justru membuat fresh graduate sulit menerima masukan.

Dunia kerja tidak mencari orang yang sempurna, tapi orang yang cepat berkembang.

4. Menganggap Etika Kerja Itu Sekadar Formalitas

Datang tepat waktu, membalas pesan dengan sopan, memberi kabar saat ada kendala—hal-hal ini terdengar sederhana, tapi sering diabaikan. Banyak fresh graduate merasa skill teknis adalah segalanya, padahal attitude adalah penilaian utama di awal.

Tidak sedikit atasan yang berpikir, “Skill bisa diajarkan, tapi sikap sulit diubah.”

Banyak Fresh Graduate Gagal di 3 Bulan Pertama Kerja, Ini Kesalahan Fatalnya

5. Tidak Peka dengan Budaya Kerja

Setiap kantor punya ritme, kebiasaan, dan cara komunikasi yang berbeda. Ada yang santai tapi serius, ada yang formal tapi fleksibel. Fresh graduate yang gagal biasanya tidak mencoba membaca situasi—mereka bekerja dengan cara sendiri tanpa menyesuaikan lingkungan.

Akibatnya, mereka dianggap “tidak klop”, meski sebenarnya punya potensi.

6. Mengira Tiga Bulan Pertama Bukan Penilaian

Faktanya, masa probation adalah periode observasi paling intens. Cara bekerja, cara bersikap, cara menghadapi tekanan—semuanya diperhatikan. Banyak fresh graduate terlalu santai di awal, lalu kaget saat evaluasi datang.

Padahal, kesan pertama di dunia kerja sering bertahan lebih lama dari yang dibayangkan.

Gagal di tiga bulan pertama bukan berarti tidak cocok bekerja. Itu lebih sering menjadi tanda bahwa ada pola pikir dan kebiasaan yang perlu diperbaiki. Dunia kerja tidak menuntut kesempurnaan, tapi kesiapan untuk belajar, beradaptasi, dan bertanggung jawab.

Bagi fresh graduate, bertahan di awal karier bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling mau berkembang.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/kerja-dari-mana-saja-peluang-atau-jebakan-karier/