Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Apa yang Masih Bisa Dikendalikan

0
14
Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Apa yang Masih Bisa Dikendalikan

Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Apa yang Masih Bisa Dikendalikan – Bekerja keras hampir selalu dipuji. Datang tepat waktu, menyelesaikan tugas tanpa banyak keluhan, dan siap lembur ketika dibutuhkan sering dianggap sebagai tanda profesionalisme. Namun, semakin ke sini, banyak orang mulai merasakan satu hal yang mengganggu: sudah bekerja keras, tapi karier terasa jalan di tempat.

Di sinilah relevansi mulai mengambil peran yang lebih besar.

Tidak semua kerja keras menghasilkan kemajuan. Ada kalanya seseorang sangat sibuk, tetapi tidak benar-benar berkembang. Pekerjaan selesai, target tercapai, namun nilainya terasa cepat usang.

Bekerja relevan berarti memastikan bahwa energi yang kita keluarkan selaras dengan kebutuhan nyata—bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi juga arah ke depan. Tanpa relevansi, kerja keras bisa berubah menjadi rutinitas yang menguras tenaga tanpa memberikan makna.

Perubahan teknologi, sistem kerja, dan ekspektasi perusahaan terjadi lebih cepat dibanding sebelumnya. Apa yang dulu dianggap keahlian utama, kini bisa tergantikan oleh cara yang lebih efisien.

Orang yang bekerja relevan bukan selalu yang paling pintar, melainkan yang mau belajar ulang. Mereka sadar bahwa bertahan bukan tentang mempertahankan cara lama, tetapi tentang menyesuaikan diri dengan kebutuhan baru.

Bekerja di Tengah Ketidakpastian: Apa yang Masih Bisa Dikendalikan

Kesibukan sering disamakan dengan produktivitas. Padahal, banyak pekerjaan bisa diselesaikan tanpa benar-benar memberi dampak. Bekerja relevan mengajak kita bertanya: apakah pekerjaan ini benar-benar penting?

Dengan fokus pada hal yang berdampak, hasil kerja menjadi lebih bernilai. Bukan karena dikerjakan lebih lama, tetapi karena dikerjakan dengan tujuan yang jelas.

Di tengah persaingan, perusahaan cenderung mempertahankan mereka yang memahami masalah dan mampu memberi solusi. Relevansi membuat seseorang tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi kontributor.

Orang seperti ini biasanya lebih dipercaya, lebih dilibatkan dalam keputusan, dan memiliki ruang berkembang yang lebih besar—bukan karena bekerja paling keras, tetapi karena bekerja di titik yang tepat.

Kerja keras tetap penting. Tanpa usaha, tidak ada hasil. Namun usaha perlu diarahkan. Bekerja relevan bukan tentang bekerja santai, melainkan tentang menggunakan tenaga dan waktu dengan lebih bijak.

Ini adalah kombinasi antara disiplin dan kesadaran arah.

Di dunia kerja hari ini, kerja keras adalah fondasi, tetapi relevansi adalah penentu. Keduanya tidak saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.

Bukan tentang siapa yang paling lelah, tetapi siapa yang paling tepat memberi nilai. Karena pada akhirnya, dunia kerja tidak hanya menghargai usaha, tetapi juga kebermanfaatan.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/bekerja-keras-masih-penting-tapi-bekerja-relevan-jauh-lebih-penting/