Mengapa Berpindah dari Satu Pekerjaan ke Pekerjaan Lain Bisa Membuat Hari Terasa Panjang tetapi Hasilnya Sedikit?

0
12
Mengapa Berpindah dari Satu Pekerjaan ke Pekerjaan Lain Bisa Membuat Hari Terasa Panjang tetapi Hasilnya Sedikit?

Mengapa Berpindah dari Satu Pekerjaan ke Pekerjaan Lain Bisa Membuat Hari Terasa Panjang tetapi Hasilnya Sedikit? – Pernah merasa sudah bekerja seharian, tetapi ketika melihat kembali daftar pekerjaan, ternyata tidak banyak yang benar-benar selesai?

Bukan berarti kita tidak bekerja keras.

Bisa jadi, sepanjang hari kita hanya terlalu sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

Pagi dimulai dengan membalas email. Belum selesai, muncul pesan dari rekan kerja. Setelah itu membuka dokumen, lalu berpindah ke rapat singkat. Selesai rapat, kembali ke email. Baru mulai fokus mengerjakan laporan, muncul permintaan lain yang dianggap lebih mendesak.

Kita merasa sibuk hampir setiap saat, tetapi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi justru tidak pernah benar-benar mendapatkan waktu yang cukup.

Kondisi ini sering disebut sebagai task switching, yaitu kebiasaan berpindah perhatian dari satu tugas ke tugas lain. Sekilas terlihat seperti kemampuan multitasking.

Padahal, otak sebenarnya perlu menyesuaikan diri setiap kali fokus berpindah.

Saat seseorang meninggalkan satu pekerjaan untuk mengerjakan hal lain, sebagian perhatian masih tertinggal pada pekerjaan sebelumnya. Ketika kembali, ia perlu mengingat lagi apa yang sedang dikerjakan, di mana terakhir berhenti, dan apa langkah berikutnya.

Jika hal tersebut terjadi berkali-kali dalam sehari, waktu yang hilang bisa terasa kecil setiap kali terjadi.

Tetapi jika dikumpulkan, dampaknya menjadi cukup besar.

Masalah lainnya adalah pekerjaan yang membutuhkan pemikiran mendalam sering menjadi korban pertama. Menulis, menganalisis data, membuat strategi, atau menyelesaikan masalah kompleks membutuhkan waktu untuk masuk ke dalam fokus.

Jika setiap beberapa menit ada gangguan, pekerjaan tersebut mungkin tetap dikerjakan, tetapi kualitasnya belum tentu sama.

Yang lebih melelahkan, seseorang bisa pulang dengan perasaan sangat capek meskipun tidak banyak pekerjaan penting yang benar-benar selesai.

Karena energi mental lebih banyak digunakan untuk berpindah konteks daripada menyelesaikan pekerjaan.

Namun, bukan berarti semua perpindahan tugas harus dihindari.

Dalam dunia kerja, ada situasi yang memang membutuhkan respons cepat. Pesan penting harus dijawab, masalah mendadak harus ditangani, dan pekerjaan tertentu memang tidak bisa menunggu.

Yang perlu dihindari adalah ketika perpindahan tersebut menjadi pola tanpa disadari.

Salah satu cara sederhana adalah membedakan pekerjaan yang membutuhkan respons cepat dengan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Pekerjaan yang membutuhkan fokus sebaiknya mendapatkan blok waktu khusus tanpa terlalu banyak gangguan.

Tidak semua notifikasi juga harus langsung dijawab.

Mengapa Berpindah dari Satu Pekerjaan ke Pekerjaan Lain Bisa Membuat Hari Terasa Panjang tetapi Hasilnya Sedikit? 

Memberikan jeda beberapa waktu untuk menyelesaikan satu pekerjaan terkadang jauh lebih produktif daripada terus-menerus merasa harus tersedia.

Bagi perusahaan, hal ini juga perlu diperhatikan. Budaya kerja yang membuat karyawan terus berpindah dari satu permintaan ke permintaan lain mungkin terlihat sangat aktif, tetapi belum tentu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Produktivitas bukan tentang berapa banyak hal yang disentuh dalam satu hari.

Produktivitas lebih dekat dengan berapa banyak pekerjaan penting yang benar-benar berhasil diselesaikan dengan baik.

Pada akhirnya, hari kerja yang panjang tidak selalu berarti hari kerja yang produktif.

Terkadang, kita bukan kekurangan waktu.

Kita hanya terlalu sering membagi perhatian kepada terlalu banyak hal dalam waktu yang sama.

Dan mungkin, salah satu perubahan paling sederhana yang bisa dilakukan adalah berhenti sejenak, memilih satu pekerjaan yang benar-benar penting, lalu memberinya kesempatan untuk selesai sebelum kita beralih ke hal berikutnya.

Baca JUga : https://blog.kitakerja.co.id/mengapa-hasil-yang-cepat-tidak-selalu-menunjukkan-proses-yang-efisien/