HR Sering Bilang ‘Kami Akan Menghubungi’: Ini Arti Sebenarnya – Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan sopan.
Namun bagi banyak pencari kerja, satu kalimat ini bisa memicu berbagai perasaan: harapan, cemas, hingga overthinking.
“Kami akan menghubungi.”
Apakah itu tanda peluang masih terbuka? Atau sebenarnya penolakan halus?
Jawabannya tidak hitam-putih. Di balik kalimat yang terdengar aman itu, ada beberapa makna berbeda yang jarang dijelaskan secara terbuka.
1. Arti Paling Jujur: HR Memang Belum Tahu
Dalam banyak kasus, HR benar-benar belum bisa memberi jawaban saat itu juga. Proses rekrutmen tidak hanya melibatkan satu orang.
Biasanya HR masih harus:
-
Menyampaikan hasil wawancara ke user atau atasan
-
Membandingkan beberapa kandidat
-
Menyesuaikan kebutuhan tim dan anggaran
-
Menunggu keputusan final manajemen
Jadi kalimat itu bukan selalu basa-basi. Kadang memang belum ada keputusan.
2. Kamu Masuk Daftar “Cadangan Kuat”
Ini kondisi yang sering terjadi, tapi jarang disadari.
Artinya:
-
Kamu tidak buruk
-
Kamu memenuhi banyak kriteria
-
Tapi ada kandidat lain yang sedikit lebih cocok saat itu
Jika kandidat utama mundur atau gagal di tahap lanjutan, HR akan kembali ke nama yang “nyaris lolos”. Dan di sinilah kalimat “kami akan menghubungi” benar-benar berarti.
3. Penolakan Halus agar Tidak Menyakiti
Tidak semua HR nyaman menyampaikan penolakan secara langsung, apalagi di akhir wawancara tatap muka.
Kalimat ini sering digunakan untuk:
-
Menjaga profesionalisme
-
Menghindari konfrontasi emosional
-
Memberi ruang agar kandidat tidak merasa dipermalukan
Bukan berarti HR tidak menghargai kamu. Kadang ini hanya cara paling aman untuk menutup proses secara sopan.
HR Sering Bilang ‘Kami Akan Menghubungi’: Ini Arti Sebenarnya
4. Waktu Bukan di Pihakmu, Bukan Salahmu
Ada situasi di mana perusahaan:
-
Menunda perekrutan
-
Mengubah prioritas tim
-
Mengalami perubahan anggaran
-
Menghentikan sementara proses hiring
Dalam kondisi ini, keputusan tentangmu bisa menggantung, bukan karena kualitasmu, tapi karena kondisi internal perusahaan.
5. Bukan Kode untuk Menunggu Tanpa Batas
Kesalahan paling umum pencari kerja adalah mengartikan kalimat ini sebagai sinyal untuk berhenti melamar ke tempat lain.
Padahal kenyataannya:
-
HR juga mewawancarai banyak kandidat
-
Proses bisa memakan waktu lama
-
Tidak semua janji “akan menghubungi” benar-benar terjadi
Sikap paling sehat adalah: tetap lanjutkan pencarian kerja, sambil membuka kemungkinan jika memang mereka menghubungi kembali.
6. Cara Menyikapi dengan Dewasa dan Profesional
Daripada overthinking, ada beberapa sikap yang lebih membantu:
-
Ucapkan terima kasih dan tutup wawancara dengan baik
-
Catat estimasi waktu yang disebutkan HR (jika ada)
-
Jika belum ada kabar setelah waktu wajar, lakukan follow-up sopan
-
Jangan menyalahkan diri sendiri berlebihan
Satu proses rekrutmen tidak menentukan nilai dirimu.
“Kami akan menghubungi” bisa berarti banyak hal:
-
Masih dipertimbangkan
-
Cadangan
-
Penolakan halus
-
Atau proses yang tertunda
Yang paling penting bukan menebak maksudnya, tapi bagaimana kamu melanjutkan langkah setelahnya.
Karier bukan tentang satu wawancara.
Ia dibangun dari ketahanan, konsistensi, dan kemampuan bangkit dari ketidakpastian.
Dan jika suatu hari telepon itu benar-benar berdering, anggap itu bonus.
Bukan satu-satunya harapan.
Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/kenapa-banyak-orang-pintar-kariernya-mandek-ini-jawaban-yang-jarang-dibahas/






