Kebiasaan Kerja yang Dianggap Normal Ini Diam-Diam Menghancurkan Karier

0
25
Kebiasaan Kerja yang Dianggap Normal Ini Diam-Diam Menghancurkan Karier

Kebiasaan Kerja yang Dianggap Normal Ini Diam-Diam Menghancurkan Karier –Dalam dunia kerja, sering kali kita melakukan rutinitas yang terasa “normal” atau bahkan dianggap sebagai tanda profesionalisme. Tapi tahukah Anda? Beberapa kebiasaan yang tampaknya wajar ini sebenarnya bisa menghambat perkembangan karier, bahkan tanpa kita sadari. Mari kita kupas kebiasaan-kebiasaan itu dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Selalu Mengatakan “Ya” untuk Semua Permintaan

Menjadi pekerja yang kooperatif memang bagus, tapi terlalu sering menyanggupi semua permintaan bisa membuat Anda:

  • Terjebak pada pekerjaan yang tidak penting

  • Kehabisan energi untuk tugas strategis

  • Tampak kurang mampu menetapkan prioritas

Solusi: Pelajari seni berkata “tidak” dengan sopan. Fokus pada tugas yang memberi dampak besar untuk karier Anda. Ingat, batasan yang sehat justru menunjukkan profesionalisme.

2. Menunda Tugas yang Menantang

Kita semua pernah menunda pekerjaan yang sulit atau menakutkan. Tapi kebiasaan ini bisa:

  • Mengurangi kemampuan problem solving

  • Membuat Anda terlihat kurang proaktif

  • Menghambat promosi atau penugasan penting

Solusi: Pecah tugas besar menjadi langkah kecil dan buat target harian. Menyelesaikan tantangan satu per satu akan membangun reputasi sebagai pekerja yang tangguh dan dapat diandalkan.

3. Terlalu Bergantung pada Rapat atau Komunikasi Formal

Rapat panjang dan email berantai memang bagian dari dunia kerja modern. Namun, terlalu bergantung pada metode ini bisa:

  • Membuat keputusan lambat

  • Menunda inisiatif pribadi

  • Mengurangi kesempatan menonjolkan ide kreatif

Solusi: Ambil inisiatif untuk bertemu langsung dengan rekan kerja atau atasan ketika perlu. Gunakan komunikasi singkat, jelas, dan tepat sasaran. Orang yang berani mengambil langkah praktis sering kali terlihat lebih visioner.

4. Menganggap Networking Tidak Penting

Banyak pekerja berpikir “kerja bagus saja cukup” untuk naik jabatan. Faktanya:

  • Kesempatan sering datang melalui koneksi, bukan hanya performa

  • Kurangnya networking bisa membuat Anda tidak dikenal di luar tim

  • Promosi dan peluang proyek bisa lewat orang yang tepat

Solusi: Sisihkan waktu rutin untuk membangun hubungan, baik di dalam maupun luar perusahaan. Networking bukan sekadar ngobrol santai—ini strategi karier jangka panjang.

Kebiasaan Kerja yang Dianggap Normal Ini Diam-Diam Menghancurkan Karier

5. Terlalu Fokus pada Jam Kerja, Bukan Hasil

Di era kerja modern, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Terlalu fokus mengejar jam kerja bisa:

  • Membuat Anda lelah tanpa hasil nyata

  • Menghambat kreativitas dan inovasi

  • Membuat Anda tampak sibuk tapi tidak produktif

Solusi: Terapkan prinsip work smart, bukan hanya work hard. Tetapkan target hasil harian dan evaluasi progres. Manajer lebih menghargai hasil nyata daripada sekadar kehadiran fisik.

6. Tak Pernah Minta Feedback

Beberapa pekerja merasa aman jika tidak meminta evaluasi. Padahal, kebiasaan ini bisa:

  • Menyebabkan stagnasi skill

  • Membuat Anda tidak menyadari kelemahan yang perlu diperbaiki

  • Menutup peluang belajar dari senior atau mentor

Solusi: Aktif minta feedback secara rutin. Jangan takut dikritik—kritik yang membangun adalah bahan bakar untuk berkembang.

Kebiasaan “normal” di tempat kerja tidak selalu aman untuk karier. Menyanggupi semua permintaan, menunda tugas sulit, terlalu bergantung pada rapat, mengabaikan networking, fokus pada jam kerja, atau jarang meminta feedback bisa menjadi jebakan diam-diam.

Kuncinya adalah sadar dan reflektif terhadap pola kerja sendiri. Dengan sedikit perubahan, kebiasaan buruk ini bisa diubah menjadi strategi untuk berkembang, naik jabatan, dan membangun reputasi profesional yang solid.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/dunia-kerja-diam-diam-mengubah-aturannya-tapi-tidak-semua-orang-sadar/