Ketika Karyawan Baru Lebih Cepat Melihat Masalah yang Sudah Dianggap Biasa

0
6
Ketika Karyawan Baru Lebih Cepat Melihat Masalah yang Sudah Dianggap Biasa

Ketika Karyawan Baru Lebih Cepat Melihat Masalah yang Sudah Dianggap Biasa -Ada sebuah hal menarik yang sering terjadi di tempat kerja: orang yang baru beberapa minggu bergabung terkadang justru bisa melihat masalah yang sudah bertahun-tahun tidak disadari oleh karyawan lama.

Bukan karena karyawan baru lebih pintar. Mereka hanya belum terlalu terbiasa dengan cara kerja yang ada.

Ketika seseorang sudah lama berada di lingkungan yang sama, berbagai kebiasaan perlahan terasa normal. Proses yang panjang dianggap sebagai sesuatu yang memang harus dilalui. Rapat yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan tetap dijalankan. Pekerjaan yang dilakukan secara manual terus dikerjakan karena “dari dulu memang seperti itu”.

Sementara karyawan baru belum memiliki kebiasaan tersebut. Mereka masih melihat segala sesuatu dengan pertanyaan sederhana: “Mengapa kita melakukan ini dengan cara seperti ini?”

Pertanyaan tersebut terkadang justru membuka persoalan yang selama ini tidak terlihat.

Misalnya, seorang karyawan baru menemukan bahwa sebuah laporan membutuhkan waktu beberapa jam untuk dibuat setiap minggu. Setelah bertanya, ternyata laporan tersebut sebenarnya hanya digunakan oleh satu orang dan sebagian besar datanya sudah tersedia dalam sistem lain. Bagi karyawan lama, proses tersebut mungkin sudah menjadi rutinitas. Bagi karyawan baru, hal itu terlihat sebagai sesuatu yang bisa disederhanakan.

Inilah salah satu kelebihan perspektif baru.

Namun, bukan berarti setiap pertanyaan dari karyawan baru otomatis benar. Orang yang sudah lama bekerja biasanya memiliki konteks yang tidak dimiliki pendatang baru. Sebuah prosedur mungkin terlihat tidak efisien, tetapi ternyata dibuat karena pernah terjadi masalah tertentu di masa lalu.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan memilih antara “orang lama” dan “orang baru”, melainkan menggabungkan keduanya.

Karyawan baru dapat membawa rasa ingin tahu dan sudut pandang yang segar, sementara karyawan lama memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap konteks organisasi. Jika keduanya mau saling mendengarkan, masalah yang sebelumnya dianggap biasa bisa dilihat kembali dengan perspektif yang lebih lengkap.

Sayangnya, ada organisasi yang justru membuat karyawan baru enggan bertanya. Ketika pertanyaan dianggap sebagai bentuk kritik atau ketidaktahuan, mereka akhirnya memilih diam. Setelah beberapa bulan, mereka pun mulai terbiasa dengan sistem yang sebelumnya mereka pertanyakan.

Ketika Karyawan Baru Lebih Cepat Melihat Masalah yang Sudah Dianggap Biasa

Pertanyaan dari orang baru tidak selalu berarti sistem yang ada buruk. Terkadang, pertanyaan tersebut hanya menjadi kesempatan untuk memeriksa apakah cara kerja yang sudah lama dilakukan masih relevan.

Pada akhirnya, pengalaman memang penting, tetapi terlalu lama berada dalam sebuah sistem juga bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk melihat hal-hal yang sebenarnya tidak lagi masuk akal.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya mengajarkan karyawan baru bagaimana mengikuti sistem, tetapi juga memberi mereka ruang untuk bertanya tentang sistem tersebut.

Sebab, terkadang orang yang belum terbiasa dengan masalah justru menjadi orang pertama yang menyadari bahwa masalah itu memang ada.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/fenomena-workplace-echo-saat-ide-yang-sama-terus-diulang-karena-tidak-pernah-benar-benar-diputuskan/