Mengapa Duduk Terlalu Lama Bisa Menjadi Masalah yang Sering Tidak Disadari di Tempat Kerja? – Bagi banyak karyawan, duduk di depan komputer selama berjam-jam sudah menjadi bagian biasa dari pekerjaan. Bahkan, terkadang kita baru menyadari sudah terlalu lama duduk ketika punggung mulai terasa pegal, leher kaku, atau tubuh terasa berat saat berdiri.
Masalahnya, duduk terlalu lama sering tidak dianggap sebagai kebiasaan yang perlu diperhatikan. Selama pekerjaan selesai, aktivitas tersebut terasa normal.
Padahal, WHO memasukkan duduk dalam waktu lama sebagai bagian dari perilaku sedentari. Terlalu banyak waktu sedentari dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan, sementara mengganti sebagian waktu duduk dengan aktivitas fisik, termasuk aktivitas ringan, dapat memberikan manfaat.
Pekerjaan kantor sering membuat seseorang tidak sadar bahwa tubuhnya hampir tidak banyak bergerak selama beberapa jam.
Duduk untuk menyelesaikan laporan dilanjutkan dengan rapat online. Setelah itu kembali ke depan laptop untuk membalas email atau mengerjakan tugas lain. Tanpa terasa, sebagian besar hari dihabiskan dalam posisi yang sama.
Bukan berarti duduk adalah sesuatu yang buruk. Yang perlu diperhatikan adalah ketika duduk menjadi hampir satu-satunya aktivitas selama jam kerja.
Tubuh tetap membutuhkan gerakan. Berdiri untuk mengambil minum, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau sekadar mengubah posisi dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi waktu yang terlalu lama dalam keadaan tidak aktif.
Mengapa Duduk Terlalu Lama Bisa Menjadi Masalah yang Sering Tidak Disadari di Tempat Kerja?
Salah satu alasan kebiasaan ini sering diabaikan adalah karena dampaknya tidak selalu terasa langsung.
Seseorang mungkin bisa duduk selama berjam-jam tanpa masalah berarti hari ini. Namun, jika pola tersebut menjadi rutinitas setiap hari, menjaga tubuh tetap aktif menjadi semakin penting.
WHO juga menekankan bahwa aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berjalan, bergerak selama aktivitas sehari-hari, atau melakukan aktivitas ringan tetap dihitung sebagai gerakan.
Karena itu, menjaga kesehatan di tempat kerja tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Karyawan bisa mulai dengan membuat jeda kecil di antara pekerjaan. Setelah menyelesaikan satu tugas, misalnya, berdiri sebentar sebelum melanjutkan ke pekerjaan berikutnya.
Jika memungkinkan, berjalan ketika melakukan percakapan singkat dengan rekan kerja, menggunakan tangga untuk beberapa lantai, atau mengambil waktu beberapa menit untuk meregangkan tubuh juga bisa membantu membuat hari kerja tidak sepenuhnya dihabiskan dalam posisi duduk.
Yang terpenting adalah tidak menganggap tubuh sebagai sesuatu yang bisa terus mengikuti ritme kerja tanpa batas.
Pada akhirnya, pekerjaan memang membutuhkan kita untuk duduk dan berkonsentrasi, tetapi bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak sepanjang hari.
Menjaga kesehatan di tempat kerja tidak harus dimulai dari olahraga yang berat atau perubahan rutinitas yang besar. Kadang, cukup dengan mengingat bahwa setelah terlalu lama duduk, tubuh juga membutuhkan kesempatan untuk bergerak.
Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/saat-karyawan-mulai-kehilangan-rasa-memiliki-terhadap-pekerjaannya/






