Saat Karyawan Mulai Kehilangan Rasa Memiliki terhadap Pekerjaannya

0
5
Saat Karyawan Mulai Kehilangan Rasa Memiliki terhadap Pekerjaannya

Saat Karyawan Mulai Kehilangan Rasa Memiliki terhadap Pekerjaannya – Ada perbedaan antara seseorang yang sekadar bekerja dan seseorang yang merasa bahwa pekerjaannya adalah bagian dari dirinya.

Ketika rasa memiliki masih ada, seseorang biasanya tidak hanya berpikir tentang menyelesaikan tugas. Ia juga peduli dengan apa yang terjadi setelah pekerjaannya selesai. Ia merasa hasil pekerjaannya ikut menentukan sesuatu yang lebih besar.

Namun, perasaan itu bisa perlahan hilang.

Bukan selalu karena pekerjaan menjadi buruk. Kadang seseorang masih datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, mengikuti aturan, dan tetap terlihat profesional. Hanya saja, ada bagian dari dirinya yang mulai merasa, “Saya di sini hanya untuk bekerja.”

Kehilangan rasa memiliki sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba.

Bisa dimulai ketika pendapat seseorang terus-menerus tidak dianggap. Bisa juga ketika ia tidak lagi memahami mengapa sebuah pekerjaan harus dilakukan, atau ketika perubahan di tempat kerja datang tanpa penjelasan yang membuatnya merasa dilibatkan.

Lama-kelamaan, hubungan emosional dengan pekerjaan menjadi semakin tipis.

Seseorang mungkin tetap melakukan apa yang diminta, tetapi berhenti memikirkan apa yang bisa diperbaiki. Ia tidak lagi terlalu tertarik dengan hasil akhirnya. Bukan karena malas, melainkan karena merasa hasil tersebut bukan sesuatu yang benar-benar menjadi bagian darinya.

Saat Karyawan Mulai Kehilangan Rasa Memiliki terhadap Pekerjaannya

Memiliki rasa terhadap pekerjaan bukan berarti seseorang harus selalu membela perusahaan atau mengorbankan dirinya demi pekerjaan.

Rasa memiliki yang sehat justru lebih sederhana.

Seseorang merasa pekerjaannya berarti. Ia tahu kontribusinya dihargai, memahami bagaimana pekerjaannya berhubungan dengan tujuan yang lebih besar, dan merasa memiliki ruang untuk memberikan sesuatu dari dirinya.

Gallup sendiri memasukkan kesempatan untuk berkontribusi dan rasa memiliki sebagai bagian penting dari keterlibatan karyawan.

Karena itu, karyawan tidak selalu membutuhkan slogan motivasi yang besar. Terkadang mereka hanya ingin tahu bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memang memiliki arti dan suara mereka masih diperhitungkan.

Kehilangan rasa memiliki juga tidak selalu berarti seseorang harus segera mencari pekerjaan baru.

Kadang yang perlu diperiksa justru hubungan antara dirinya dan pekerjaan tersebut.

Apakah ia masih memahami tujuan pekerjaannya? Apakah ia masih punya ruang untuk memberikan ide? Apakah kontribusinya terasa nyata? Atau selama ini ia hanya menjalankan daftar tugas tanpa lagi merasa menjadi bagian dari sesuatu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena seseorang bisa saja tetap bertahan secara fisik di sebuah pekerjaan, tetapi secara emosional sudah mulai menjauh.

Pada akhirnya, rasa memiliki membuat pekerjaan terasa lebih dari sekadar kewajiban.

Ketika rasa itu mulai hilang, mungkin yang dibutuhkan bukan selalu perubahan besar. Bisa jadi seseorang hanya perlu kembali memahami mengapa pekerjaannya penting, di mana kontribusinya berada, dan apakah masih ada ruang baginya untuk merasa bahwa ia benar-benar menjadi bagian dari apa yang sedang dikerjakan.

Karena seseorang tidak harus mencintai pekerjaannya setiap hari. Tetapi akan jauh lebih sulit untuk bekerja dengan baik dalam jangka panjang jika ia sudah tidak merasa bahwa pekerjaannya berarti.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/mengapa-profesional-perlu-tahu-kapan-harus-mengubah-pendekatan-bukan-menambah-tenaga/