Mengapa Profesional Perlu Sesekali Melihat Dirinya dari Sudut Pandang Orang Lain?

0
7
Mengapa Profesional Perlu Sesekali Melihat Dirinya dari Sudut Pandang Orang Lain?

Mengapa Profesional Perlu Sesekali Melihat Dirinya dari Sudut Pandang Orang Lain? – Kita biasanya mengenal diri sendiri dari sudut pandang yang sangat pribadi. Kita tahu apa yang kita maksud, alasan di balik keputusan kita, dan usaha yang sudah kita lakukan.

Namun, orang lain tidak melihat semua itu.

Mereka hanya melihat apa yang kita tunjukkan melalui cara berbicara, mengambil keputusan, merespons tekanan, atau memperlakukan orang lain. Karena itu, ada kemungkinan seseorang memiliki gambaran tentang dirinya yang berbeda dengan kesan yang dirasakan orang di sekitarnya.

Di situlah pentingnya sesekali melihat diri sendiri dari sudut pandang orang lain.

Seorang profesional mungkin merasa dirinya tegas. Namun, bagi rekan kerja, sikap tersebut bisa terlihat terlalu sulit diajak berdiskusi.

Ada juga orang yang merasa dirinya sangat membantu karena selalu menawarkan solusi. Tetapi bagi orang lain, ia mungkin terlihat terlalu sering mengambil alih.

Bukan berarti salah satu pihak pasti benar. Justru, perbedaan tersebut bisa menjadi bahan untuk memahami diri sendiri dengan lebih jujur.

Penelitian dan literatur pengembangan profesional juga menunjukkan bahwa self-awareness tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami dirinya, tetapi juga bagaimana ia menyadari cara dirinya dipersepsikan dan berdampak pada orang lain.

Mengapa Profesional Perlu Sesekali Melihat Dirinya dari Sudut Pandang Orang Lain? 

Mempertimbangkan pandangan orang lain bukan berarti kita harus mengubah kepribadian agar disukai semua orang.

Tidak semua pendapat harus diterima. Tidak semua kritik juga benar.

Yang lebih penting adalah memiliki keberanian untuk bertanya, “Apakah ada sesuatu tentang cara saya bekerja yang tidak saya sadari?”

Pertanyaan seperti ini bisa membuka hal-hal kecil yang sebelumnya luput. Mungkin cara menyampaikan sesuatu perlu diperbaiki. Mungkin kita terlalu cepat mengambil kesimpulan. Atau mungkin ada kebiasaan tertentu yang selama ini kita anggap biasa, tetapi ternyata membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Melihat diri dari perspektif orang lain memang tidak selalu nyaman. Kadang kita menemukan sisi diri yang tidak sesuai dengan gambaran yang selama ini kita percaya.

Namun, justru di situlah proses berkembang bisa dimulai.

Profesional yang matang bukan orang yang merasa sudah memahami dirinya sepenuhnya. Ia adalah seseorang yang masih bersedia melihat dirinya dari sudut yang berbeda.

Pada akhirnya, kita tidak hanya perlu tahu siapa diri kita menurut diri sendiri, tetapi juga memahami bagaimana kehadiran kita dirasakan oleh orang lain.

Karena terkadang, bagian dari diri yang paling membutuhkan perhatian justru merupakan bagian yang tidak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin dari orang lain.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/mengapa-duduk-terlalu-lama-bisa-menjadi-masalah-yang-sering-tidak-disadari-di-tempat-kerja/