The Meaningless Task Effect: Saat Pekerjaan Selesai tetapi Tidak Terasa Berarti

0
18
The Meaningless Task Effect: Saat Pekerjaan Selesai tetapi Tidak Terasa Berarti

The Meaningless Task Effect: Saat Pekerjaan Selesai tetapi Tidak Terasa Berarti –Ada jenis pekerjaan yang sebenarnya tidak sulit. Instruksinya jelas, bisa diselesaikan tepat waktu, dan hasilnya pun sesuai permintaan.

Tetapi setelah semuanya selesai, muncul perasaan yang agak sulit dijelaskan: “Sebenarnya, pekerjaan ini untuk apa?”

Bukan karena seseorang malas bekerja. Bukan juga karena pekerjaannya tidak penting. Kadang masalahnya hanya karena hubungan antara tugas yang dikerjakan dan dampaknya terlalu jauh untuk terlihat.

Inilah yang bisa disebut sebagai the meaningless task effect—ketika pekerjaan berhasil diselesaikan, tetapi orang yang mengerjakannya tidak merasakan bahwa pekerjaannya memiliki arti.

Seorang karyawan bisa menghabiskan berjam-jam membuat laporan, memindahkan data, menghadiri rapat, atau melakukan pekerjaan administratif.

Semua selesai.

Namun, jika ia tidak tahu siapa yang menggunakan hasil tersebut atau keputusan apa yang terbantu karena pekerjaannya, aktivitas tersebut lama-lama bisa terasa seperti sekadar mencentang daftar tugas.

Padahal, sebuah pekerjaan bisa menjadi lebih bermakna ketika seseorang memahami dampaknya terhadap orang lain. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa persepsi terhadap pentingnya sebuah tugas bagi orang lain berkaitan dengan meningkatnya rasa bahwa pekerjaan tersebut bermakna.

The Meaningless Task Effect: Saat Pekerjaan Selesai tetapi Tidak Terasa Berarti

Menariknya, pekerjaan yang terlihat sederhana belum tentu tidak berarti.

Misalnya, seseorang hanya bertugas memeriksa data sebelum dikirim ke klien. Pekerjaan itu mungkin terasa repetitif. Tetapi ketika ia tahu bahwa pemeriksaan tersebut mencegah kesalahan yang bisa merugikan klien, cara melihat pekerjaannya bisa berubah.

Tugasnya tetap sama.

Yang berubah adalah pemahamannya tentang mengapa tugas tersebut penting.

Karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa sebuah pekerjaan tidak bermakna, ada baiknya bertanya: siapa yang terbantu oleh pekerjaan ini? Apa yang menjadi lebih mudah karena saya mengerjakannya? Apa yang bisa terjadi jika pekerjaan ini tidak dilakukan?

Jawabannya mungkin membuat sebuah tugas terlihat berbeda.

Di sisi lain, kita juga tidak perlu memaksa setiap pekerjaan untuk terasa luar biasa.

Ada pekerjaan yang memang rutin dan tetap harus dilakukan. Tidak semua aktivitas harus memberikan rasa puas atau inspirasi setiap hari.

Yang penting adalah seseorang masih bisa melihat hubungan antara apa yang ia kerjakan dengan sesuatu yang dianggap bernilai, baik bagi dirinya sendiri, tim, pelanggan, maupun organisasi.

Pada akhirnya, pekerjaan yang bermakna bukan selalu pekerjaan yang besar. Kadang pekerjaan sederhana terasa berarti ketika kita tahu mengapa keberadaannya penting.

Dan mungkin, sebelum buru-buru mencari pekerjaan baru karena merasa semuanya terasa kosong, ada satu pertanyaan yang layak diajukan:

“Apakah pekerjaan saya memang tidak berarti, atau saya hanya sudah terlalu jauh dari melihat dampaknya?”

 Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/the-professional-footprint-apa-yang-tertinggal-setelah-kita-selesai-mengerjakan-sesuatu/