Fenomena “Role Shadow”: Saat Peran Lama Masih Mempengaruhi Cara Seseorang Bekerja setelah Pindah Posisi

0
19
Fenomena

Fenomena “Role Shadow”: Saat Peran Lama Masih Mempengaruhi Cara Seseorang Bekerja setelah Pindah Posisi – Pindah posisi di tempat kerja biasanya dianggap sebagai tanda perkembangan karier. Jabatan berubah, tanggung jawab bertambah, dan seseorang diharapkan mulai bekerja dengan cara yang berbeda.

Namun, ada satu hal yang tidak selalu ikut berubah: kebiasaan dari peran sebelumnya.

Seseorang bisa saja sudah mendapatkan posisi baru, tetapi cara berpikir, cara mengambil keputusan, bahkan kebiasaan kerjanya masih dipengaruhi oleh pekerjaan lama. Kondisi inilah yang dapat disebut sebagai “role shadow”.

Bayangkan seorang karyawan yang sebelumnya bekerja sebagai pelaksana teknis lalu dipromosikan menjadi supervisor. Di posisi lama, ia terbiasa menyelesaikan masalah sendiri. Ketika menjadi supervisor, seharusnya ia mulai memberikan ruang kepada anggota tim untuk menemukan solusi.

Namun karena sudah terbiasa turun tangan, ia masih sering mengambil alih pekerjaan bawahannya.

Bukan karena tidak percaya kepada tim, tetapi karena cara kerja lama sudah menjadi refleks.

Role shadow juga bisa muncul dalam bentuk lain. Seseorang yang sebelumnya terbiasa menerima instruksi mungkin masih menunggu arahan meskipun posisi barunya menuntut lebih banyak inisiatif.

Sebaliknya, orang yang sebelumnya sangat mandiri bisa kesulitan menyesuaikan diri ketika peran barunya membutuhkan lebih banyak koordinasi dan konsultasi.

Menariknya, kebiasaan lama tersebut tidak selalu buruk.

Justru, pengalaman dari posisi sebelumnya sering menjadi kekuatan. Masalah muncul ketika seseorang menggunakan pola yang sama untuk situasi yang sudah berbeda.

Apa yang dulu membuat seseorang berhasil sebagai individu belum tentu menjadi cara terbaik untuk berhasil sebagai pemimpin.

Karena itu, perpindahan jabatan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai perubahan tugas, tetapi juga perubahan cara berpikir.

Ketika tanggung jawab meningkat, seseorang perlu mulai bertanya: Apa yang sekarang harus saya lakukan sendiri? Apa yang seharusnya saya delegasikan? Keputusan apa yang perlu saya ambil? Dan kapan saya harus memberikan ruang kepada orang lain?

Proses tersebut memang membutuhkan waktu.

Fenomena “Role Shadow”: Saat Peran Lama Masih Mempengaruhi Cara Seseorang Bekerja setelah Pindah Posisi 

Tidak realistis mengharapkan seseorang langsung meninggalkan kebiasaan bertahun-tahun hanya karena jabatan di kartu namanya berubah.

Perusahaan juga memiliki peran penting. Ketika seseorang naik posisi, ia perlu mendapatkan arahan yang jelas mengenai ekspektasi baru. Jangan sampai seseorang diberi jabatan baru tetapi masih dinilai berdasarkan pola kerja dari posisi sebelumnya.

Bagi karyawan, menyadari adanya “bayangan” dari peran lama juga merupakan langkah penting.

Jika kita terus melakukan sesuatu dengan cara yang sama, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya, “Apakah cara ini masih sesuai dengan peran saya sekarang?”

Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi bisa membantu seseorang melihat bahwa tantangan terbesarnya bukan selalu mempelajari pekerjaan baru.

Terkadang, tantangannya adalah melepaskan sebagian cara lama yang dulu justru membuat kita berhasil.

Pada akhirnya, naik jabatan bukan hanya tentang mendapatkan tanggung jawab lebih besar.

Ini juga tentang belajar menjadi versi profesional yang berbeda.

Sebab, semakin tinggi seseorang berkembang dalam karier, semakin sering ia harus meninggalkan kebiasaan yang dulu membawanya sampai ke posisi tersebut—bukan karena kebiasaan itu salah, tetapi karena peran barunya membutuhkan cara berpikir yang baru.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-cara-kerja-yang-membawa-kesuksesan-justru-tidak-cocok-di-lingkungan-baru/