Ketika Pekerjaan Berhasil Diselesaikan, Mengapa Masih Penting Bertanya Apakah Caranya Sudah Tepat?

0
4
Ketika Pekerjaan Berhasil Diselesaikan, Mengapa Masih Penting Bertanya Apakah Caranya Sudah Tepat?

Ketika Pekerjaan Berhasil Diselesaikan, Mengapa Masih Penting Bertanya Apakah Caranya Sudah Tepat? – Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah pekerjaan akhirnya selesai. Target tercapai, laporan terkirim, masalah berhasil ditangani, dan tidak ada lagi yang perlu dikerjakan untuk tugas tersebut.

Namun, pekerjaan yang selesai belum tentu berarti pekerjaan itu dilakukan dengan cara yang tepat.

Dalam dunia kerja, seseorang bisa saja berhasil mencapai hasil yang diinginkan dengan cara yang sebenarnya terlalu rumit, menghabiskan banyak waktu, membutuhkan terlalu banyak orang, atau bahkan menciptakan pekerjaan tambahan untuk tim lain.

Karena itu, sesekali penting untuk berhenti sejenak dan bertanya: apakah cara kita menyelesaikan pekerjaan ini memang sudah tepat?

Bayangkan seseorang berhasil menyelesaikan laporan sebelum tenggat waktu. Dari luar, pekerjaannya terlihat sangat baik.

Tetapi setelah diperhatikan, ternyata ia harus mencari data yang sama dari beberapa sumber, mengulang pekerjaan karena formatnya tidak jelas, dan meminta bantuan beberapa orang untuk memastikan hasil akhirnya benar.

Laporannya memang selesai. Namun, prosesnya mungkin masih menyimpan banyak masalah.

Hal seperti ini cukup mudah terjadi karena tempat kerja sering memberikan perhatian lebih besar pada hasil akhir. Selama target tercapai, proses di belakangnya jarang dipertanyakan.

Padahal, proses yang tidak efisien bisa menjadi masalah ketika pekerjaan yang sama harus dilakukan berulang kali.

Pertanyaan tentang pekerjaan seharusnya tidak berhenti pada apakah tugas tersebut sudah selesai.

Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: berapa banyak waktu yang dibutuhkan, berapa banyak langkah yang harus dilalui, apakah ada pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, dan apakah cara tersebut bisa digunakan lagi di masa depan?

Misalnya, sebuah tim berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan mengandalkan satu orang yang sangat berpengalaman. Hasilnya mungkin bagus.

Tetapi jika setiap pekerjaan serupa selalu membutuhkan orang yang sama, berarti ada sesuatu yang belum selesai dari sisi sistem. Pengetahuan mungkin belum dibagikan, proses belum cukup jelas, atau pekerjaan terlalu bergantung pada cara personal seseorang.

Dalam kondisi seperti ini, keberhasilan satu pekerjaan belum tentu menunjukkan bahwa sistem kerjanya sudah sehat.

Ketika Pekerjaan Berhasil Diselesaikan, Mengapa Masih Penting Bertanya Apakah Caranya Sudah Tepat? 

Salah satu tanda proses kerja yang baik adalah pekerjaan tidak terasa semakin berat ketika harus dilakukan kembali.

Jika sebuah tugas bisa diselesaikan dengan langkah yang jelas, informasi mudah ditemukan, dan kesalahan yang sama tidak terus berulang, pekerjaan berikutnya akan menjadi lebih ringan.

Sebaliknya, jika setiap kali mengerjakan sesuatu tim harus kembali mencari cara dari awal, kemungkinan masalahnya bukan pada orang yang mengerjakan. Bisa jadi prosesnya memang belum pernah diperbaiki.

Inilah alasan evaluasi setelah pekerjaan selesai tetap penting. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk melihat apakah ada bagian dari proses yang sebenarnya bisa dibuat lebih sederhana.

Ada perbedaan antara orang yang hanya ingin menyelesaikan pekerjaan dan orang yang ingin memastikan pekerjaannya memberikan hasil yang baik dengan cara yang masuk akal.

Yang pertama mungkin akan merasa cukup ketika tugas selesai.

Yang kedua biasanya masih memiliki satu pertanyaan: “Kalau pekerjaan ini harus saya lakukan lagi minggu depan, apakah saya masih mau menggunakan cara yang sama?”

Pertanyaan sederhana tersebut bisa membuka banyak hal.

Mungkin ada langkah yang tidak perlu. Mungkin ada pekerjaan yang bisa diotomatisasi. Mungkin informasi seharusnya disimpan di tempat yang lebih mudah ditemukan. Atau mungkin ada bagian yang selama ini dilakukan hanya karena “dari dulu memang begitu caranya”.

Tidak semua proses perlu diubah. Tetapi proses yang terus dilakukan tanpa pernah dievaluasi juga berisiko membuat ketidakefisienan menjadi kebiasaan.

Pada akhirnya, menyelesaikan pekerjaan memang penting. Namun, profesionalisme tidak hanya terlihat dari seberapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan.

Ia juga terlihat dari kemauan untuk melihat kembali cara kita bekerja.

Karena pekerjaan yang benar-benar baik bukan hanya pekerjaan yang selesai hari ini, tetapi pekerjaan yang meninggalkan proses yang lebih mudah, lebih jelas, dan lebih masuk akal untuk dilakukan kembali besok.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-keputusan-terasa-benar-mengapa-tetap-perlu-memikirkan-kemungkinan-salah/