Ketika Profesional Mulai Menyadari bahwa Pengalaman Juga Bisa Membawa Kebiasaan Buruk

0
5
Ketika Profesional Mulai Menyadari bahwa Pengalaman Juga Bisa Membawa Kebiasaan Buruk

Ketika Profesional Mulai Menyadari bahwa Pengalaman Juga Bisa Membawa Kebiasaan Buruk – Pengalaman biasanya dianggap sebagai salah satu modal terbesar dalam dunia kerja.

Semakin lama seseorang bekerja, semakin banyak situasi yang pernah dihadapi. Ia tahu apa yang harus dilakukan ketika masalah muncul, memahami pola tertentu, dan mungkin sudah memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan.

Namun, pengalaman juga memiliki sisi lain yang jarang dibicarakan.

Apa yang berhasil berkali-kali bisa perlahan berubah menjadi kebiasaan yang tidak lagi dipertanyakan.

Seorang profesional yang sudah bertahun-tahun mengerjakan pekerjaan tertentu mungkin memiliki cara yang sangat efisien menurut pengalamannya.

Masalahnya, belum tentu cara tersebut masih cocok untuk semua situasi.

Lingkungan berubah, teknologi berubah, orang-orang dalam tim berganti, bahkan masalah yang terlihat sama bisa memiliki penyebab yang berbeda.

Tetapi karena pernah berhasil sebelumnya, seseorang bisa saja langsung menggunakan cara lama tanpa memeriksa apakah situasinya masih sama.

Di sinilah pengalaman yang seharusnya menjadi keunggulan justru bisa menjadi jebakan.

Ada perbedaan antara percaya diri karena berpengalaman dan menganggap pengalaman sebagai bukti bahwa kita pasti benar.

Seseorang bisa sangat memahami pekerjaannya, tetapi tetap memiliki penilaian yang keliru. Penelitian mengenai expertise dan overconfidence memang menunjukkan hubungan antara pengalaman, keahlian, dan keyakinan terhadap penilaian sendiri tidak selalu sederhana.

Karena itu, profesional yang matang bukan hanya tahu apa yang biasanya berhasil. Ia juga tahu kapan harus mempertanyakan kembali cara yang sudah menjadi kebiasaan.

Ketika Profesional Mulai Menyadari bahwa Pengalaman Juga Bisa Membawa Kebiasaan Buruk

Menjaga sikap terbuka tidak berarti membuang semua pengalaman yang sudah dimiliki.

Justru pengalaman tetap bisa menjadi dasar yang kuat untuk mengambil keputusan. Hanya saja, pengalaman sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan sebagai aturan mutlak.

Sesekali, kita perlu bertanya:

“Kalau saya baru pertama kali menghadapi masalah ini, apakah saya akan tetap memilih cara yang sama?”

Pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu melihat apakah sebuah keputusan memang masih relevan atau hanya dilakukan karena sudah terbiasa.

Pada akhirnya, pengalaman seharusnya membuat seseorang semakin bijaksana, bukan semakin sulit berubah.

Sebab menjadi profesional berpengalaman bukan berarti selalu menggunakan cara yang sama.

Justru salah satu tanda kedewasaan profesional adalah mampu mengetahui kapan pengalaman perlu diikuti, dan kapan pengalaman perlu dipertanyakan kembali.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/mengapa-profesional-perlu-menjaga-kemampuan-yang-perlahan-tidak-lagi-mereka-gunakan/