Ketika Tim Mulai Kehilangan Arah karena Terlalu Banyak Hal yang Dianggap Penting

0
23
Ketika Tim Mulai Kehilangan Arah karena Terlalu Banyak Hal yang Dianggap Penting

Ketika Tim Mulai Kehilangan Arah karena Terlalu Banyak Hal yang Dianggap Penting – Dalam sebuah tim, hampir semua pekerjaan bisa terasa penting. Ada target yang harus dicapai, permintaan dari atasan, kebutuhan pelanggan, pekerjaan rutin, hingga tugas mendadak yang muncul tanpa direncanakan.

Masalahnya, ketika semuanya dianggap penting pada saat yang sama, tim justru bisa kesulitan menentukan apa yang harus didahulukan.

Ketika terlalu banyak hal diberi prioritas tinggi, anggota tim akhirnya berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Pekerjaan yang belum selesai ditinggalkan karena ada tugas baru, lalu kembali lagi ketika muncul permintaan berikutnya.

Bukan karena mereka tidak mau bekerja, tetapi karena tidak ada gambaran yang cukup jelas mengenai apa yang benar-benar paling membutuhkan perhatian.

Dalam kondisi seperti ini, kesibukan meningkat, tetapi arah kerja justru semakin kabur.

Ketika Tim Mulai Kehilangan Arah karena Terlalu Banyak Hal yang Dianggap Penting

Menentukan prioritas bukan berarti mengatakan bahwa pekerjaan lain tidak penting. Artinya, tim perlu memahami bahwa tidak semua hal harus mendapatkan perhatian yang sama pada waktu yang sama.

Misalnya, pekerjaan yang berdampak langsung pada pelanggan mungkin perlu didahulukan dibanding tugas administratif yang masih bisa dilakukan beberapa hari kemudian.

Dengan urutan yang jelas, anggota tim juga lebih mudah memahami alasan di balik pekerjaan yang mereka lakukan.

Daftar pekerjaan yang panjang belum tentu membantu jika semuanya diberi label “penting”. Tim membutuhkan gambaran mengenai apa yang harus dicapai terlebih dahulu dan apa yang bisa menunggu.

Sebab, arah kerja yang jelas bukan tentang membuat semua pekerjaan menjadi penting, tetapi tentang berani menentukan pekerjaan mana yang paling layak mendapatkan perhatian sekarang.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-orang-yang-paling-sibuk-di-tim-belum-tentu-menjadi-orang-yang-paling-dibutuhkan/