Ketika Orang yang Paling Sering Membantu Justru Tidak Pernah Belajar Mengatakan “Bukan Saya yang Menangani Ini”

0
12
Ketika Orang yang Paling Sering Membantu Justru Tidak Pernah Belajar Mengatakan

Ketika Orang yang Paling Sering Membantu Justru Tidak Pernah Belajar Mengatakan “Bukan Saya yang Menangani Ini” – Di hampir setiap tempat kerja, ada satu tipe karyawan yang mudah dikenali.

Ketika ada masalah, orang mencarinya. Ketika seseorang membutuhkan bantuan, namanya disebut. Ketika pekerjaan mulai berantakan, ia sering menjadi orang yang turun tangan.

Awalnya, semua terlihat positif.

Ia dikenal sebagai orang yang bisa diandalkan, ringan tangan, dan tidak mudah mengatakan tidak.

Namun, kebiasaan tersebut bisa berubah menjadi persoalan ketika orang lain mulai menganggap bahwa apa pun masalahnya, orang tersebut pasti akan membantu.

Tanpa disadari, ia menjadi tempat “melempar” berbagai pekerjaan yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya.

Yang menarik, sering kali bukan orang lain yang sepenuhnya menciptakan kondisi tersebut.

Karyawan itu sendiri mungkin sudah terlalu terbiasa mengatakan, “Biar saya bantu.”

Bahkan ketika sebenarnya ia sedang memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan.

Ada rasa tidak enak ketika menolak. Ada kekhawatiran dianggap tidak kooperatif. Atau mungkin ada kepuasan tersendiri karena merasa dirinya dibutuhkan.

Lama-kelamaan, membantu bukan lagi pilihan.

Ia berubah menjadi ekspektasi.

Di titik tertentu, seseorang perlu belajar mengatakan kalimat yang terdengar sederhana tetapi cukup sulit diucapkan:

“Bukan saya yang menangani ini.”

Kalimat tersebut bukan berarti tidak peduli.

Justru, mengetahui kapan harus membantu dan kapan harus mengarahkan seseorang kepada pihak yang tepat merupakan bagian dari profesionalisme.

Jika setiap masalah selalu diambil alih oleh orang yang sama, ada dua risiko yang muncul.

Pertama, orang tersebut bisa kehilangan fokus terhadap tanggung jawab utamanya. Kedua, anggota tim lain tidak memiliki kesempatan untuk belajar menyelesaikan masalah sendiri.

Dengan kata lain, terlalu sering menjadi penolong bisa menciptakan ketergantungan yang tidak sehat.

Bukan berarti seseorang harus berubah menjadi tidak peduli. Membantu tetap merupakan kualitas yang sangat berharga di tempat kerja. Namun, bantuan perlu diberikan dengan batas yang jelas.

Ketika Orang yang Paling Sering Membantu Justru Tidak Pernah Belajar Mengatakan “Bukan Saya yang Menangani Ini”

Misalnya, daripada langsung mengambil alih pekerjaan, seseorang bisa membantu dengan memberikan arahan, menjelaskan siapa yang seharusnya menangani, atau menawarkan bantuan hanya pada bagian tertentu.

Ada perbedaan besar antara membantu seseorang menyelesaikan masalah dan menjadi orang yang selalu menyelesaikan masalah untuk orang lain.

Bagi atasan, kondisi ini juga perlu diperhatikan. Jangan sampai karyawan yang paling sering membantu justru mendapatkan pekerjaan tambahan hanya karena dianggap paling mudah dimintai pertolongan.

Kemampuan seseorang untuk selalu membantu bukan berarti kapasitasnya tidak terbatas.

Sementara bagi karyawan, belajar mengatakan “bukan saya yang menangani ini” memang membutuhkan keberanian.

Tidak semua permintaan harus diterima. Tidak semua masalah harus kita selesaikan. Dan tidak semua penolakan berarti kita menjadi rekan kerja yang buruk.

Terkadang, justru dengan mengarahkan sebuah masalah kepada orang yang tepat, kita sedang membantu tim bekerja dengan lebih sehat.

Pada akhirnya, menjadi orang yang dapat diandalkan bukan berarti harus selalu tersedia untuk semua orang.

Profesional yang matang tahu kapan harus turun tangan, kapan cukup memberikan arahan, dan kapan harus mengatakan:

“Ini bukan tanggung jawab saya, tetapi saya bisa membantu Anda menemukan orang yang tepat.”

Karena membantu dengan batas yang sehat bukan membuat kita menjadi kurang peduli.

Justru, itu membuat bantuan yang kita berikan menjadi lebih tepat dan berkelanjutan.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-kesalahan-yang-sama-terjadi-bukan-karena-orang-tidak-belajar-tetapi-karena-organisasi-tidak-mengingat/