Ketika Kesalahan yang Sama Terjadi Bukan karena Orang Tidak Belajar, tetapi karena Organisasi Tidak Mengingat

0
16
Ketika Kesalahan yang Sama Terjadi Bukan karena Orang Tidak Belajar, tetapi karena Organisasi Tidak Mengingat

Ketika Kesalahan yang Sama Terjadi Bukan karena Orang Tidak Belajar, tetapi karena Organisasi Tidak Mengingat – Ada kesalahan di tempat kerja yang terasa aneh ketika terjadi untuk kedua atau ketiga kalinya.

Orang-orang mungkin langsung bertanya, “Kenapa kita mengulangi kesalahan yang sama?”

Jawaban yang muncul sering mengarah kepada individu. Mungkin orangnya kurang teliti. Mungkin tim baru belum belajar. Atau mungkin seseorang lupa dengan kejadian sebelumnya.

Namun, tidak semua pengulangan kesalahan terjadi karena orang tidak belajar.

Terkadang, organisasinya yang tidak pernah benar-benar mengingat.

Bayangkan sebuah tim pernah mengalami masalah karena informasi penting tidak disampaikan saat pergantian pekerjaan. Masalah tersebut akhirnya diselesaikan. Semua orang memahami penyebabnya dan sepakat untuk lebih berhati-hati.

Beberapa bulan kemudian, anggota tim berganti. Orang-orang baru masuk, sementara mereka yang mengalami kejadian sebelumnya sudah pindah atau tidak lagi terlibat.

Kesalahan yang sama pun muncul kembali.

Bukan karena orang baru sengaja mengabaikan pelajaran masa lalu. Mereka mungkin bahkan tidak pernah tahu bahwa masalah tersebut pernah terjadi.

Inilah yang sering menjadi kelemahan organisasi: pengalaman berhenti menjadi milik organisasi ketika hanya tersimpan di ingatan orang tertentu.

Selama orang yang mengalami masalah masih berada di tempatnya, semuanya terasa aman. Mereka tahu apa yang harus dihindari karena pernah merasakan akibatnya.

Tetapi ketika orang tersebut pergi, pengetahuan itu ikut pergi.

Akibatnya, generasi berikutnya kembali belajar melalui kesalahan yang sama.

Karena itu, organisasi perlu membangun cara sederhana untuk menyimpan pelajaran dari pengalaman. Tidak harus selalu dalam bentuk dokumen panjang.

Bisa berupa catatan singkat setelah sebuah masalah selesai, daftar hal yang perlu diperhatikan, atau keputusan penting beserta alasan di baliknya.

Yang penting bukan hanya mencatat apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal tersebut terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan jika situasi serupa muncul kembali.

Ketika Kesalahan yang Sama Terjadi Bukan karena Orang Tidak Belajar, tetapi karena Organisasi Tidak Mengingat 

Catatan yang tidak pernah dibaca pada akhirnya hanya menjadi arsip.

Pelajaran perlu dibagikan kepada orang yang relevan dan, bila memungkinkan, dimasukkan ke dalam cara kerja sehari-hari. Dengan begitu, pengalaman masa lalu benar-benar menjadi bagian dari kemampuan organisasi.

Karyawan juga tidak harus menunggu perusahaan membuat sistem yang sempurna. Ketika menemukan pola kesalahan yang berulang, mereka dapat mulai bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan agar orang berikutnya tidak perlu belajar dari kesalahan yang sama?”

Pertanyaan ini mengubah cara pandang dari mencari siapa yang salah menjadi mencari apa yang perlu diperbaiki.

Sebab, menyelesaikan sebuah kesalahan hanya sampai masalahnya berhenti belum tentu berarti organisasi sudah belajar.

Organisasi baru benar-benar belajar ketika pengalaman tersebut mampu mengubah cara orang bekerja setelahnya.

Pada akhirnya, manusia memang bisa lupa. Karyawan bisa berganti. Tim bisa berubah, dan situasi bisa berkembang.

Itulah sebabnya organisasi tidak boleh hanya mengandalkan ingatan individu.

Kesalahan masa lalu seharusnya tidak menjadi beban yang terus diulang.

Ia seharusnya menjadi pengetahuan yang membuat generasi berikutnya tidak perlu membayar harga yang sama untuk mendapatkan pelajaran yang sama.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/mengapa-beberapa-aturan-di-tempat-kerja-bertahan-hanya-karena-tidak-ada-yang-berani-menghapusnya/