Ketika Semua Orang Punya Pendapat, tetapi Tidak Ada yang Bertanggung Jawab atas Keputusan

0
3
Ketika Semua Orang Punya Pendapat, tetapi Tidak Ada yang Bertanggung Jawab atas Keputusan

Ketika Semua Orang Punya Pendapat, tetapi Tidak Ada yang Bertanggung Jawab atas Keputusan – Dalam sebuah organisasi, memiliki banyak pendapat sebenarnya merupakan hal yang baik. Perbedaan sudut pandang dapat membantu tim melihat masalah dari berbagai sisi sebelum mengambil keputusan. Namun, keadaan menjadi rumit ketika diskusi terus berjalan sementara tidak ada satu pun orang yang benar-benar bersedia bertanggung jawab atas keputusan akhirnya.

Situasi seperti ini cukup sering terjadi di tempat kerja. Banyak orang ikut memberikan masukan, menghadiri rapat, dan menyampaikan pertimbangan. Tetapi ketika keputusan harus dibuat, semua orang justru saling menunggu.

Akibatnya, pekerjaan menjadi lambat.

Masalahnya bukan karena terlalu banyak orang yang berpikir, melainkan karena batas antara memberikan masukan dan memiliki tanggung jawab atas keputusan tidak jelas.

Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa saja mengatakan, “Saya hanya memberikan rekomendasi,” sementara keputusan akhirnya dilempar kepada orang lain. Jika terjadi kesalahan, tidak ada yang merasa benar-benar memiliki keputusan tersebut. Pada akhirnya, tim lebih sibuk mencari siapa yang bertanggung jawab daripada memikirkan bagaimana masalahnya bisa diselesaikan.

Hal ini juga bisa menciptakan budaya kerja yang terlalu berhati-hati. Orang mulai takut mengambil keputusan karena khawatir keputusan tersebut akan dipersoalkan di kemudian hari. Lebih aman bagi mereka untuk meminta persetujuan dari banyak pihak daripada mengambil langkah sendiri.

Padahal, tidak semua keputusan membutuhkan persetujuan dari semua orang.

Ketika Semua Orang Punya Pendapat, tetapi Tidak Ada yang Bertanggung Jawab atas Keputusan

Organisasi yang sehat biasanya memiliki pembagian yang cukup jelas mengenai siapa yang perlu memberikan masukan dan siapa yang memiliki kewenangan untuk menentukan pilihan akhir. Dengan begitu, diskusi tetap terbuka tanpa membuat proses pengambilan keputusan kehilangan arah.

Bukan berarti keputusan harus selalu dibuat oleh satu orang. Untuk persoalan besar, melibatkan berbagai pihak memang penting. Namun, setelah semua informasi dan perspektif dikumpulkan, harus ada seseorang yang berani mengatakan, “Ini keputusan yang kita ambil, dan saya bertanggung jawab atasnya.”

Kemampuan mengambil keputusan juga berarti siap menerima bahwa tidak semua keputusan akan menghasilkan hasil sempurna. Kesalahan bisa terjadi meskipun prosesnya sudah dilakukan dengan baik. Yang penting adalah organisasi memiliki orang yang bersedia mengevaluasi hasilnya dan belajar dari keputusan tersebut.

Pada akhirnya, budaya kerja yang sehat bukanlah budaya yang membuat semua orang selalu sepakat. Justru, perbedaan pendapat tetap diperlukan. Yang perlu dihindari adalah kondisi ketika semua orang ingin memiliki suara, tetapi tidak ada yang mau memiliki tanggung jawab.

Karena dalam dunia kerja, keputusan yang sempurna mungkin sulit ditemukan. Tetapi keputusan yang jelas, memiliki pemilik, dan dapat dipertanggungjawabkan jauh lebih berguna daripada diskusi panjang yang tidak pernah benar-benar menghasilkan tindakan.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/menghitung-balik-modal-franchise-jangan-hanya-terpaku-pada-angka-promosi/