Ketika Tidak Ada Tepuk Tangan, Apa yang Membuat Seseorang Tetap Menghasilkan Pekerjaan yang Baik?

0
11
Ketika Tidak Ada Tepuk Tangan, Apa yang Membuat Seseorang Tetap Menghasilkan Pekerjaan yang Baik?

Ketika Tidak Ada Tepuk Tangan, Apa yang Membuat Seseorang Tetap Menghasilkan Pekerjaan yang Baik?- Tidak semua pekerjaan mendapatkan pujian.

Ada pekerjaan yang selesai begitu saja. Tidak ada ucapan terima kasih, tidak ada apresiasi dalam rapat, bahkan kadang tidak ada yang benar-benar menyadari berapa banyak usaha yang sudah dikeluarkan.

Dalam kondisi seperti itu, apa yang membuat seseorang tetap berusaha memberikan hasil yang baik?

Jawabannya mungkin bukan selalu karena ingin dipuji.

Ada orang yang merasa puas ketika mengetahui pekerjaannya memang dilakukan dengan baik, meskipun tidak banyak orang yang melihat.

Bukan berarti apresiasi tidak penting. Manusia tetap membutuhkan penghargaan dan pengakuan. Namun, kualitas pekerjaan tidak seharusnya sepenuhnya bergantung pada seberapa banyak pujian yang diterima.

Seseorang yang memahami tanggung jawabnya biasanya memiliki standar tertentu terhadap pekerjaannya sendiri.

Ia ingin laporan yang dibuatnya mudah dipahami. Ia ingin pekerjaan yang diserahkan kepada rekan kerja tidak menimbulkan masalah baru. Ia ingin ketika sesuatu membawa namanya, hasilnya memang bisa dipertanggungjawabkan.

Di tempat kerja, ada pekerjaan yang sangat terlihat dan ada pula yang hampir tidak pernah mendapatkan perhatian.

Masalahnya, jika seseorang hanya berusaha ketika pekerjaannya kemungkinan besar akan dipuji, kualitas kerja bisa menjadi tidak konsisten.

Profesionalisme justru sering terlihat ketika tidak ada yang sedang memperhatikan.

Bukan berarti seseorang harus terus bekerja sempurna tanpa batas. Justru, penting juga mengetahui kapan harus berhenti mengejar kesempurnaan. Tetapi ketika sudah memutuskan untuk mengerjakan sesuatu, ada nilai dalam menyelesaikannya dengan standar yang bisa dibanggakan oleh diri sendiri.

Ketika Tidak Ada Tepuk Tangan, Apa yang Membuat Seseorang Tetap Menghasilkan Pekerjaan yang Baik?

Perusahaan tetap perlu memberikan apresiasi yang tulus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa recognition dapat berkaitan dengan rasa dihargai, dukungan organisasi, dan performa karyawan, meskipun dampaknya tidak selalu langsung atau sama pada setiap orang.

Namun, dari sisi karyawan, ada hal lain yang juga penting: mengetahui mengapa pekerjaannya layak dilakukan dengan baik.

Ketika seseorang memahami bahwa pekerjaannya membantu orang lain, menjaga kualitas tim, atau membuat proses berikutnya berjalan lebih lancar, pekerjaannya memiliki makna yang tidak selalu membutuhkan tepuk tangan.

Pada akhirnya, bekerja dengan baik ketika tidak ada yang melihat bukan berarti harus mengabaikan kebutuhan akan apresiasi.

Ini lebih tentang memiliki standar yang tidak langsung berubah hanya karena tidak ada yang sedang memperhatikan.

Sebab, reputasi profesional tidak hanya dibangun dari pekerjaan yang mendapat pujian.

Sering kali, justru pekerjaan yang dilakukan dengan baik tanpa banyak diketahui siapa pun yang perlahan membentuk cara orang melihat kualitas diri kita.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-pekerjaan-berubah-bentuk-mengapa-cara-kita-menilai-pekerjaan-yang-baik-juga-perlu-berubah/