The Professional Friction Map: Di Bagian Mana Pekerjaan Kita Sebenarnya Paling Banyak Kehilangan Energi? – Ada hari ketika pekerjaan sebenarnya tidak terlalu banyak, tetapi rasanya sangat melelahkan.
Bukan karena kita mengerjakan sesuatu yang sulit sepanjang hari. Justru, energi bisa habis karena hal-hal kecil yang terus mengganggu: mencari informasi, menunggu balasan, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, menjelaskan hal yang sama berkali-kali, atau mencoba memahami instruksi yang kurang jelas.
Kalau dilihat satu per satu, semuanya terlihat sepele. Namun ketika terjadi berulang kali, gesekan kecil tersebut bisa membuat pekerjaan terasa jauh lebih berat.
Inilah yang bisa disebut sebagai professional friction—bagian-bagian dalam pekerjaan yang membuat seseorang membutuhkan lebih banyak tenaga daripada yang seharusnya.
Bayangkan seseorang harus membuat laporan.
Menulis laporannya mungkin hanya membutuhkan dua jam. Tetapi sebelum mulai, ia harus mencari data dari tiga tempat berbeda. Setelah selesai, ada angka yang perlu dikonfirmasi. Kemudian ia menunggu persetujuan, memperbaiki format, lalu mengirim ulang karena ada informasi yang terlewat.
Pekerjaan utamanya mungkin hanya dua jam.
Tetapi energi yang terpakai jauh lebih besar.
Riset tentang workplace friction pada 2026 juga menunjukkan bahwa masalah seperti proses manual, sistem lama, proses persetujuan yang rumit, dan koordinasi antartim menjadi sumber gesekan yang nyata dalam pekerjaan.
Hal yang menarik dari friction adalah kita sering tidak menganggapnya sebagai masalah.
Kita hanya berkata, “Memang begini caranya.”
Misalnya, setiap hari harus mencari dokumen yang tersebar di berbagai folder. Setiap rapat harus mengulang konteks dari awal. Setiap keputusan harus melewati terlalu banyak orang. Atau seseorang harus berpindah-pindah pekerjaan setiap beberapa menit karena terus mendapat interupsi.
Tidak ada satu kejadian besar yang membuat kita berhenti.
Namun energi terus keluar sedikit demi sedikit.
Data aktivitas kerja yang dirangkum ActivTrak pada 2026 bahkan menunjukkan waktu fokus mengalami penurunan, sementara kolaborasi dan multitasking meningkat. Ini menunjukkan bahwa semakin sibuk berinteraksi belum tentu berarti semakin banyak waktu yang tersedia untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.
The Professional Friction Map: Di Bagian Mana Pekerjaan Kita Sebenarnya Paling Banyak Kehilangan Energi?
Daripada hanya bertanya, “Kenapa saya cepat lelah?”, mungkin pertanyaan yang lebih berguna adalah:
“Di bagian mana pekerjaan saya paling banyak kehilangan energi?”
Mungkin bukan saat mengerjakan tugas utama. Bisa jadi justru sebelum memulai, ketika mencari informasi. Atau setelah selesai, ketika harus melakukan revisi yang sebenarnya bisa dicegah.
Menemukan titik tersebut tidak selalu berarti harus mengubah seluruh sistem kerja. Kadang cukup dengan memperbaiki satu bagian yang paling sering menghambat.
Satu sumber informasi yang lebih jelas. Satu proses persetujuan yang lebih sederhana. Satu rapat yang dikurangi. Atau satu kebiasaan yang tidak lagi perlu dilakukan.
Pada akhirnya, bekerja dengan baik bukan hanya tentang memiliki energi yang cukup.
Kita juga perlu memperhatikan ke mana energi tersebut pergi.
Karena mungkin masalahnya bukan kita kurang rajin, kurang cepat, atau kurang mampu.
Bisa jadi, kita hanya terlalu lama bekerja di dalam sistem yang memiliki terlalu banyak gesekan.






